Selasa, 03 Februari 2009
Tata tertib dan Format Laporan Fisika Terapan
Contoh format laporan :
TATA TERTIB PRAKTIKUM
I.1 Tata Tertib Praktikan.
- Selama praktikum mahasiswa wajib berlaku sopan dan tidak diperkenankan :
- Merokok
- Bersuara keras / membuat gaduh
- Melakukan kegiatan lain yang tidak berhubungan dengan praktikum Fisika.
- Alat-alat yang rusak selama praktikum berlangsung dan terjadi karena kelalaian mahasiswa :
- Wajib diperbaiki paling lambat satu minggu oleh kelompok praktikan.
- Harus diganti jika tidak bisa diperbaiki.
- Selesai praktikum mahasiswa wajib :
- Membersihkan peralatan yang dipergunakan.
- Melepaskan kabel dan merapikannya.
- Mengumpulkan data hasil percobaan.
I.2. Petunjuk Untuk Praktikan.
a. Praktikum dimulai pada minggu ke 9 setelah perkuliahan dimulai.
b. Buku petunjuk praktikum dibagikan pada minggu 1 perkuliahan.
c. Pembagian kelompok (2- 3 mahasiswa) diumumkan pada papan pengumuman Lab. Fisika minggu ke 8 setelah perkuliahan dimulai.
d. Pada saat praktikum dimulai hal-hal yang wajib dilakukan praktikum adalah :
1. Mematuhi tata tertib praktikum
2. Praktikan harus menggunakan jas praktikum .
3. Tas , jaket dan helm diletakkan pada tempat yang telah disediakan.
4. Praktikan mengumpulkan tugas sebelum praktikum (Kalau ada , lihat petunjuk praktikum).
5. Pada saat praktikum, masing-masing kelompok dapat membagi tugas masing-masing, merangkai alat, mengambil data dll.
I.3. Format Laporan.
a. Cover laporan praktikum .
1. Logo Politeknik Negeri Bali.
2. Nama –nama job praktikum.
3. Nama-nama mahasiswa (kelompok)
4. Tulisan PRAKTIKUM FISIKA TERAPAN I
POLITEKNIK NEGERI BALI
b. Kata pengantar
c. Daftar isi
d. Pendahuluan
e. Bab I ( Nama Percobaan )
1. Tanggal percobaan
2. Nama percobaan
3. Tujuan percobaan
4. Alat-alat yang dipergunakan
5. Teori dasar
6. Gambar rangkaian percobaan
7. Data hasil percobaan
8. Analisa data
9. Grafik
10. Kesimpulan
11. Saran-saran
Teknik Pengolahan Data FISIKA TERAPAN

No
|
X
|
1
|
4
|
2
|
5
|
3
|
6
|
4
|
4
|
5
|
5
|
6
|
6
|
No
|
X
|
(Xrata – Xi )2
| |
1
|
4
|
( 5 – 4 )2 = 1
|
1
|
2
|
5
|
( 5 – 5 )2 = 0
|
0
|
3
|
6
|
( 5 – 6 )2 = 1
|
1
|
4
|
4
|
( 5 – 4 )2 = 1
|
1
|
5
|
5
|
( 5 – 5 )2 = 0
|
0
|
6
|
6
|
( 5 – 6 )2 = 1
|
1
|
4
|
( Intercept )
( X Variable )
No
|
X
|
Y
|
XiYi
|
Xi2
|
Yi2
|
1
|
1
|
1,2
|
1,2
|
1
|
1,44
|
2
|
1,6
|
2
|
3,2
|
2,56
|
4
|
3
|
3,4
|
2,4
|
8,16
|
11,56
|
5,76
|
4
|
4
|
3,5
|
14
|
16
|
12,25
|
5
|
5,2
|
3,5
|
18,2
|
27,04
|
12,25
|
n = 5
|
SXi= 15,2
|
SYi= 12,6
|
SXiYi=44,76
|
SXi2=58,16
|
SYi2 =35,7
|
(SXi2) =(15,2)2=231,04
|
(SYi2) =(12,6)2=158,76
|
( Multiple R )