Senin, 05 November 2018

TEKNIK ELEKTRO PNB


BEASISWA KETRAMPILAN/KEJURUAN PAKET B DAN PAKET C 

BIDANG : KELISTRIKAN

       OLEH :
UNIT PELATIHAN VOKASI DAN INDUSTRI
JURUSAN TEKNIK ELEKTRO
POLITEKNIK NEGERI BALI


PENDAHULUAN

BANYAKNYA MASYARAKAT MISKIN DAN PENGANGGURAN DIPERKOTAAN /DIPEDESAAN
UNTUK MENDAPATKAN PEKERJAAN DIPERLUKAN KETRAMPILAN DAN KEAHLIAN
UNIT PELATIHAN VOKASI DAN INDUSTRI JURUSAN TEKNIK ELEKTRO POLITEKNIK NEGERI BALI MENDIDIK WARGA BELAJAR PAKET B  DIBIDANG KELISTRIKAN
TENAGA PROFESIONAL DIBIDANG KELISTRIKAN KHUSUSNYA INSTALASI PENERANGAN DIPERLUKAN DALAM PEMBANGUNAN RUKO, PERUMAHAN DAN PEMBENTUKAN JASA BIDANG KELISTRIKAN 


TUJUAN

MEMBANTU PESERTA DIDIK PAKET B DAN PAKET C MENGEMBANGKAN POTENSINYA UNTUK MEMPEROLEH KEAHLIAN DIGUNAKAN UNTUK BEKERJA ATAU MANDIRI
MENCEGAH PENGANGGURAN DAN KEMISKINAN SERTA MENINGKATKAN PRODUKTIFITAS LULUSAN PENDIDIKAN KESETARAAN PAKET B DAN PAKET C

PENYELENGGARA

1.LEMBAGA : UNIT PELATIHAN VOKASI DAN INDUSTRI JURUSAN TEKNIK ELEKTRO POLITEKNIK NEGERI BALI
2.PRASARANA PRAKTEK :
   - WORKSHOP INSTALASI LISTRIK
  - WORKSHOP M&R PERALATAN LISTRIK
  - WORKSHOP M&R PERALATAN ELEKTRONIKA
  - LAB. PERANCANGAN LISTRIK
  - LAB. MESIN-MESIN LISTRIK
  - LAB. ELEKTRONIKA DAN INSTRUMENTASI
  - LAB. MIKROPROSESOR
  - LAB. FISIKA TERAPAN
  - LAB. KOMPUTER
3. PRASARANA BELAJAR :
  - RUANG KELAS BER AC
  - MEDIA PENGAJARAN DENGAN LCD









TENAGA PENGAJAR

44 ORANG STAF PENGAJAR DENGAN LATAR PENDIDIKAN :
  - DIPLOMA 3 ORANG
  - S1 (30 ORANG)
  - S2 (11 ORANG)
  DENGAN PENGALAMAN RATA-RATA LEBIH DARI 10 TAHUN BAIK DIDALAM MAUPUN DILUAR BIDANG KELISTRIKAN.
TENAGA ADMISTRASI : 2 ORANG

MATERI PELATIHAN
 TEORI
KEWIRA USAHAAN
PENGUKURAN DAN ALAT UKUR
RANGKAIAN LISTRIK
DASAR INSTALASI LISTRIK
RANCANGAN LISTRIK
INSTALASI PENERANGAN
KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA
JARINGAN TEGANGAN RENDAH (JTR) DAN SAMBUNGAN RUMAH (SR)
PRAKTEK
PENGUKURAN DAN ALAT UKUR
RANCANGAN INSTALASI LISTRIK
INSTALASI PENERANGAN
JTR DAN SR
MAGANG INDUSTRI/ PERUSAHAAN

UJI KOMPETENSI

INSTALASI RUMAH TINGGAL DENGAN STANDAR DITETAPKAN OLEH PLN (PERUSAHAAN LISTRIK NEGARA) DAN APEI ( ASOSIASI PROFESIONALIS ELEKTRIKAL INDONESIA 

Kamis, 23 Agustus 2018

Laporan Praktikum Solar Cell

BAB III
SOLAR CELL
(Percobaan L7)
3.1 Tanggal Percobaan : 23 Juni 2011
3.2 Nama Percobaan : Solar Cell
3.3 Tujuan Percobaan
1.3.1 Menentukan kemampuan 2 Solar Cell dipasang seri dan paralel
3.4 Alat – Alat yang Digunakan
3.4.1 Dua Solar cell
3.4.2 Multitester
3.4.3 Kabel
3.4.4 Obeng
3.5 Teori Dasar
Sumber energi dibagi 2 yaitu, sumber energi renewable (sumber energi yang dapat diperbarui) dan non-renewable (sumber energi yang tidak dapat diperbarui). Energy matahari adalah salah satu contoh yang renewable artinya sumber energi yang sifatnya tidak terbatas jumlahnya melimpah.
Solar cell terbuat dari silicon, suatu bahan yang merupakan sari dari pasir yang berfungsi mengubah cahaya menjadi energi. Karakteristik solar cell dapat dilihat dari seberapa cepat sel surya tersebut dapat mengisi sebuah baterai. Pengukuran arus yang dihasilkan dan tegangan dari sel surya dapat dilakukan dengan alat ukur.
3.6 Gambar Rangkaian Percobaan
Gambar percobaan :






3.6.1 Rangkaian Seri





3.6.2 Rangkaian Paralel
3.7 Langkah Kerja
A. Percobaan rangkaian seri
1.Lakukanlah percobaan diluar Lab.Fisika dengan membawa peralatan yang ada.
2.Carilah tempat yang lapang agar sinar matahari tidak terhalang.
3.Tempatkan dua solar cell diatas tanah yang datar.
4.Rangkai dua solar cell secara seri.
5.Ukurlah tegangan dan arus untuk solar cell seri dan multitester pada posisi (volt DC) range 50 volt dan amperemeter range 10A.
6.Ambil datanya setiap 3 menit sebanyak 10 kali dan isilah table data percobaan.
B. Percobaan rangkaian paralel
1.Lakukanlah percobaan diluar Lab.Fisika dengan membawa peralatan yang ada.
2.Carilah tempat yang lapang agar sinar matahari tidak terhalang.
3.Tempatkan dua solar cell diatas tanah yang datar.
4.Rangkai dua solar cell secara seri.
5.Ukurlah tegangan dan arus untuk solar cell seri dan multitester pada posisi (volt DC) range 50 volt dan amperemeter range 10A.
6.Ambil datanya setiap 3 menit sebanyak 10 kali dan isilah table data percobaan.
3.8 Data Hasil Percobaan
3.8.1 Percobaan Rangkaian Seri
Hari/tgl : Kamis 23 juni 2011
Kondisi cuaca : Cerah
Temperature (mulai-akhir) : 27o - 27o C
Kelembaban (mulai-akhir) : 78 - 78%
Tekanan (mulai-akhir) : 1016,5hPa – 1016hPa
Waktu (mulai-akhir) : 13:24-13:48 PM
Rangkaian Solar Cell : Seri
No
Jam (Selang 1 menit)
Tegangan (V)
Arus (A)
1
13,21
33,6
0,286
2
13,24
33,6
0,285
3
13,27
33,5
0,284
4
13,30
33,5
0,284
5
13,33
33,3
0,282
6
13,36
33,4
0,282
7
13,39
33,5
0,289
8
13,42
34,1
0,292
9
13,45
32,3
0,266
10
13,48
32,2
0,277
Data percobaan 2
Hari/tgl : Kamis 23 Juni 2011
Kondisi cuaca : Berawan
Temperature (mulai-akhir) : 27o - 27o C
Kelembaban (mulai-akhir) : 78 - 78%
Tekanan (mulai-akhir) : 1016hPa – 1016hPa
Waktu (mulai-akhir) : 13:59 14:26
Rangkaian Solar Cell : Paralel
No
Jam (Selang 1 menit)
Tegangan (V)
Arus (A)
13,59
16,1
0,152
2
14,02
16,7
0,171
3
14,05
16,3
0,164
4
14,08
16,4
0,184
5
14,11
16,4
0,169
6
14,14
16,1
0,153
7
14,17
16,3
0,164
8
14,20
16,4
0,184
9
14,23
16,3
0,164
10
14,26
16,4
0,17
3.9 Analisa Data
3.9.1 Analisa Data Solar Cell Rangkaian Seri
Dari data diatas dapat dianalisa bahwa pada jam 13.21 dan berselang selama 3 menit secara terus-menerus sampai mendapatkan 10 data. Adapun data yang diperoleh, pada saat tegangan menunjukkan 33,6 volt didapatkan arus sebesar 0,286 ampere. Setelah kita melakukan perhitungan untuk memperoleh daya dengan rumus P=V.I didapatkan daya sebesar 9,6096 watt. Untuk data yang lain dapat dilihat pada tabel data hasil percobaan dibawah dan kesalahan dari data-data diatas dapat dilihat dibawah ini :
No
Jam (Selang 1 menit)
Tegangan (V)
Arus (A)
Daya (W)
(Xrata - Xi)2
1
13,21
33,6
0,286
9,6096
0,036983
2
13,24
33,6
0,285
9,576
0,025189
3
13,27
33,5
0,284
9,514
0,009353
4
13,30
33,5
0,284
9,514
0,009353
5
13,33
33,3
0,282
9,3906
0,000712
6
13,36
33,4
0,282
9,4188
2,28E-06
7
13,39
33,5
0,289
9,6815
0,069807
8
13,42
34,1
0,292
9,9572
0,291503
9
13,45
32,3
0,266
8,5918
0,681434
10
13,48
32,2
0,277
8,9194
0,247894
Standar Deviasi : 0,3904
Hasil Percobaan : 9,4173 ± 0,3904 watt
Kesalahan Relatif : 4,15%
Dari data-data diatas juga dapat dilihat bahwa adanya beberapa kesalahan – kesalahan. Hal ini dikibatkan oleh adanya beberapa faktor diantaranya adalah adanya rugi-rugi pada alat ukur, alat ukur yang digunakan kurang presisi, serta juga diakibatkan kesalahan praktikan saat melakukan pengukuran.
3.9.1 Analisa Data Solar Cell Rangkaian Seri
Dari data hasil percobaan diatas dapat dianalisa bahwa pada jam 13.59 dan berselang selama 3 menit secara terus-menerus sampai mendapatkan 10 data. Adapun data yang diperoleh, pada saat tegangan menunjukkan 16,1 volt didapatkan arus sebesar 0,152 ampere. Setelah kita melakukan perhitungan untuk memperoleh daya dengan rumus P=V.I didapatkan daya sebesar 2,4472 watt. Untuk data yang lain dapat dilihat pada tabel data hasil percobaan dibawah dan kesalahan dari data-data diatas dapat dilihat dibawah ini :
No
Jam (Selang 1 menit)
Tegangan (V)
Arus (A)
Daya (W)
(Xrata - Xi)2
13,59
16,1
0,152
2,4472
0,0846
2
14,02
16,7
0,171
2,8557
0,013839
3
14,05
16,3
0,164
2,6732
0,004207
4
14,08
16,4
0,184
3,0176
0,078143
5
14,11
16,4
0,169
2,7716
0,001125
6
14,14
16,1
0,153
2,4633
0,075493
7
14,17
16,3
0,164
2,6732
0,004207
8
14,20
16,4
0,184
3,0176
0,078143
9
14,23
16,3
0,164
2,6732
0,004207
10
14,26
16,4
0,17
2,788
0,002494
Standar Deviasi : 0,3904
Hasil Percobaan : 9,4173 ± 0,3904 watt
Kesalahan Relatif : 4,15%
Dari data-data diatas juga dapat dilihat bahwa adanya beberapa kesalahan – kesalahan. Hal ini dikibatkan oleh adanya beberapa faktor diantaranya adalah adanya rugi-rugi pada alat ukur, alat ukur yang digunakan kurang presisi, serta juga diakibatkan kesalahan praktikan saat melakukan pengukuran.
3.10 Grafik
3.10.1 Diagram Batang Daya Listrik terhadap Waktu Solar Cell Rangkaian Seri







3.10.2 Diagram Batang Daya Listrik terhadap Waktu Solar Cell Rangkaian Pararel







3.10.3 Grafik Tegangan terhadap Arus Solar Cell Rangkaian Seri











Persamaan Regresi: y=a+bx
Coefficient Data:
a = -2.08897860764
b = 8.49638979381
3.10.4 Grafik Tegangan terhadap Arus Solar Cell Rangkaian Pararel
Persamaan Regresinya: y=a+bx
Coefficient Data:
a = -5.13135742239
b = 1.02854620145
3.11 Kesimpulan
Dari percobaan yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa daya adalah perkalian antara tegangan dengan arus atau secara matematis ditulis P = V.I. Serta tegangan yang diperoleh melalui rangkaian seri cenderung lebih besar dari pada tegangan yang diperoleh melalui rangkaian paralel. Sehingga arus dan dayanya pun cenderung lebih besar.
3.12 Saran – Saran
Saran yang dapat diberikan kepada pembaca dalam pelaksanaan praktikum ini adalah :
1. Pahami materi praktikum sebelum praktikum dilaksanakan.
2. Selalu teliti dan cermat dalam melakukan pengukuran dan perhitungan.
3. Memahami dan mentaati setiap peraturan yang berlaku
4. Konsultasi kepada instruktur apabila mengalami kesulitan dalam melakukan percobaan.